3 Cara Membuat Catatan Kaki dalam Karya Ilmiah

Penting banget untuk setiap orang yang akan membuat karya ilmiah untuk tahu tentang gimana cara membuat catatan kaki. Tujuannya adalah supaya isi dari karya ilmiah tersebut nggak terkesan asal atau mengarang sendiri, melainkan berdasarkan sumber yang jelas dan valid.

Catatan kaki bisa berisi penjelasan dari istilah-istilah yang digunakan di dalam karya ilmiah tersebut, bisa berupa sumber referensi tentang isi karya ilmiah, atau juga keduanya.

Tapi jangan salah, cara membuat catatan kaki nggak bisa asal lho, ada sejumlah aturan, unsur, dan ketentuan khusus yang harus ditaati selengkapnya ada di tutorial berikut ini.

Definisi dan Fungsi Catatan Kaki

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat catatan kaki pada sebuah karya ilmiah, mari bahas dulu apa definisi yang benar mengenai catatan kaki.

Jadi menurut seorang ahli bernama Prof. Dr. Gorys Keraf, catatan kaki adalah catatan-catatan kecil yang ditempatkan di bagian paling bawah halaman (setelah isi karya ilmiah) sebagai keterangan atau informasi tambahan dari beberapa bagian di dalam tulisan ilmiah tersebut.

Tapi bukan itu saja, menurut sumber berbeda disebutkan juga kalau fungsi lain dari catatan kaki pada karya ilmiah adalah untuk menguatkan sebuah pernyataan atau penjelasan yang ada di dalam suatu karya ilmiah, dan juga untuk memperluas diskusi.

Tapi yang harus diketahui, meskipun catatan kaki punya sejumlah fungsi penting seperti di atas, ternyata penggunaan catatan kaki nggak boleh berlebihan juga lho. Jadi, gimana sih cara membuat catatan kaki yang benar sesuai aturan? Jangan bingung, cek aturan lengkapnya di bawah ini ya.

Baca Juga: Cara Membuat Footnote di Word

Tata Cara Membuat Catatan Kaki untuk Sebuah Karya Ilmiah

Ini dia beberapa aturan penting yang harus dipahami dalam tata cara membuat catatan kaki untuk dimasukkan ke dalam sebuah karya ilmiah supaya terlihat profesional dan berpengalaman:

1. Aturan Dasar

Aturan paling basic dari tata cara membuat catatan kaki adalah memperhatikan panjang atau jumlahnya. Jadi, banyaknya catatan kaki disarankan nggak lebih dari sepertiga halaman.

2. Unsur-unsur

Saat akan memasukkan atau membuat sebuah catatan kaki untuk karya ilmiah, catatan tersebut harus memuat sejumlah unsur seperti berikut supaya bisa disebut sebagai sebuah catatan kaki:

  • Catatan kaki mengandung judul buku/karya ilmiah lain/sumber lain apapun yang menjadi sumber dari karya ilmiah yang sedang dikerjakan. Judulnya harus ditulis dengan lengkap, jelas, dan sesuai tata cara penulisan yang benar (huruf pertama di setiap kata pada judul harus besar kecuali kata depan dan penghubung).
  • Cantumkan nama pengarang atau penulis dari buku atau sumber referensi, lengkap dengan nama editor dan penerjemah (kalau ada) dan nggak perlu menuliskan gelar, jadi cukup nama lengkapnya saja (kecuali gelar kebangsawanan yang memang sudah jadi bagian dari nama ya).
  • Melampirkan tahun penerbitan dari sumber referensi juga masuk nih dalam unsur cara membuat catatan kaki.
  • Sumber referensi dari pernyataan/informasi/istilah penting yang dimasukkan ke karya ilmiah harus detail dengan melampirkan nomor halaman dari sumber referensi. Penulisannya dengan menyingkat halaman menjadi hal ditambah dengan titik, diberi satu spasi, lalu diikuti nomor halaman.

Baca Juga: Cara Menjadikan Google Sebagai Halaman Awal Google Chrome

3. Ketentuan Penulisan

Setelah tahu unsur-unsur yang dibutuhkan, sekarang perhatikan ketentuan penulisan yang benar dalam cara membuat catatan kaki seperti tercantum berikut:

  • Letak catatan kaki adalah di halaman bawah setelah seluruh pembahasan karya ilmiah selesai ditulis. Tapi, letaknya nggak boleh persis ada di bawah tulisan ilmiah ya. Kedua bagian ini harus dipisahkan dengan sebuah garis.
  • Ada aturan juga nih soal garisnya. Panjang garisnya dari rata kiri adalah sekitar 14 karakter, jadi nggak perlu buat garis full dari sisi kiri halaman ke sisi kanan.
  • Aturan spasi untuk catatan kaki adalah 1.
  • Beri nomor untuk setiap catatan kaki, dan jarak antar nomor ini sama seperti jarak spasi pada teks.
  • Kalau satu catatan kaki nggak bisa selesai dalam satu baris (misalnya agak panjang dan harus dua baris), maka baris kedua dimulai normal dari sisi kiri halaman, jadi nggak perlu menjorok. Tapi jangan biarkan satu catatan kaki terpotong ke halaman berikutnya ya.
  • Kalau misalnya ada catatan kaki yang sangat panjang dan harus menyambung ke halaman berikutnya, maka tukar catatan kaki yang panjang dengan yang pendek supaya satu catatan kaki tetap ada di satu halaman yang sama. Hal ini untuk menghindari pemotongan informasi yang bisa bikin bingung.
  • Tata cara membuat catatan kaki yang banyak disepelekan adalah catatan kaki yang ada di bagian paling bawah halaman (catatan kaki terakhir) harus punya jarak kira-kira 3 cm dari halaman paling bawah, jadi nggak boleh terlalu dekat dengan batas halaman.
  • Kalau dalam satu sumber referensi, misalnya buku, nama penulisnya lebih dari satu orang (misalnya dua atau bahkan tiga), maka semua nama penulis harus dicantumkan ya. Nama penulis juga nggak perlu dibolak-balik meskipun penulis asing.
  • Tapi kalau nama pengarang / penulisnya sangat banyak, misal ada 5 orang atau lebih, maka nama penulis boleh hanya dicantumkan satu orang tapi harus diikuti dengan “dkk”.

Ketentuan penulisan lain dari tata cara membuat catatan kaki adalah menambahkan singkatan khusus kalau ada dua atau lebih catatan kaki yang sumbernya sama tapi ditulis di nomor yang beda.

Sobat Teknokrad, jadi nggak perlu lagi menulis identitas lengkap yang sama. Khusus catatan kaki pada nomor kedua atau terakhir bisa ditambah dengan “ibid”.

Sebagian orang mungkin mengira kalau cara membuat catatan kaki di sebuah karya ilmiah itu susah. Padahal faktanya gampang kok apalagi sekarang ini ada cara membuat footnote otomatis di Microsoft Word, unsur-unsurnya saja cuma ada empat dan ketentuan penulisannya juga mudah diikuti.

Share via
Copy link